Related Posts with Thumbnails

Saturday, February 27, 2010

Kehebatan Atom Tanda Kekuasaan Allah (Harun Yahya)

Bagaimana pula dengan benda yang kita sentuh dan rasa? Semuanya sama. Tidak kira sama ada ia keras ataupun lembut, kasar ataupun licin, sejuk ataupun panas, semuanya terdiri daripada atom dalam kulit kita yang bertindak balas dengan atom pada setiap objek-objek itu.

Banyak orang mengetahui tubuh badan mereka, planet bumi, galaksi bahkan seluruh pelusuk alam terdiri daripada sejumlah atom-atom kecil. Namun mereka mungkin tidak pernah terfikir berkenaan sistem dan kekukuhan unsur paling asas pada setiap benda iaitu ‘ATOM’.

Realitinya,

Friday, February 19, 2010


Kelahiran Nabi Muhammad SAW Membawa Rahmat Seluruh Alam (12 Rabiul Awwal,571 Masehi)

KEWAFATAN Abdullah, suami tercinta benar-benar ditangisi oleh Siti Aminah Wahab, lebih-lebih pemergian itu berlaku ketika beliau sedang sarat mengandung anak pertama mereka!

Namun seolah-olah tahu bahawa anak yang dikandung itu bukan calang-calang manusia yang akan dilahirkan ke dunia. Lalu Siti Aminah terpaksa membuang jauh-jauh kesedihannya itu kecuali tetap menguatkan diri dan perasaannya demi kebaikan anak dalam kandungan dan mahu melahirkan bayinya itu dengan selamat.

Malah terdapat kisah sebagaimana yang diceritakan oleh Siti Aminah sendiri; "Ketika kandunganku

Thursday, February 11, 2010



Dekatnya Kematian Dengan Kita

Setiap kali saudara terdekat , sahabat dan teman-teman dimana kematian menjemput mereka, dikesempatan itu juga kita menziarahi jenazah dan menghantar ke perkuburan. Dikala ini kita membayangkan akhirat dan sebagainya. Semua itu dapat mendekatkan lagi gambaran kematian di depan mata. Kita semakin YAKIN bahawa kematian pasti menjemput kita suatu masa nanti


Hal ini membuatkan kita menangis , dan amat bimbang

Monday, February 8, 2010

Sebuah Pelajaran dari Sejarah: Titanic

Sejarah penuh dengan kisah orang-orang yang menganggap kehebatan diri mereka dalam pencapaian teknologi dengan mengabaikan kekuasaan Allah. Justru karena itulah banyak bencana telah terjadi sepanjang sejarah sebagai pelajaran yang pahit bagi sesiapa saja. Masing-masing dari peristiwa ini penting dalam erti kata mengingatkan manusia bahwa baik kekayaan ataupun kekuatan, sains maupun teknologi tidak memiliki daya untuk menolak kehendak Allah.

Banyak contoh dari peristiwa seperti ini dapat diberikan. Yang paling diketahui adalah Titanic yang terkenal, sebuah kapal laut terbesar dengan tinggi 55 meter dan panjang 275 meter, yang karam hampir 90 tahun yang lalu. Titanic, yang dimaksudkan sebagai "hinaan terhadap alam", adalah projek raksasa yang melibatkan sebuah pasukan dengan lima ribu pekerja. Hampir semua orang benar-benar yakin bahwa kapal ini tidak akan pernah tenggelam. Kapal laut ini merupakan binaan berteknologi terbesar dengan banyak kemajuan teknik yang meninggalkan batasan zamannya. Namun mereka tidak dapat lari dari hukum alam , dimana pembina kapal itu tidak mempertimbangkan satu fakta yang dinyatakan dalam ayat, "Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku," (QS. Al Ahzab, 33: 38) dan bahwa setiap orang cepat atau lambat akan menjumpai takdirnya. Akhirnya, sebuah kekeliruan kecil menyebabkan kapal itu tenggelam dan teknologi termaju tidak dapat menyelamatkan Titanic dari akhirnya yang menerima hukum takdir.

Dari apa yang diceritakan mereka yang selamat, kebanyakan penumpangnya berkumpul di dek untuk berdoa ketika mereka menyedari kapal itu akan segera karam. Dalam banyak bagian Al Quran, kecenderungan perilaku manusia ini diulang-ulang. Pada saat-saat kesulitan besar dan bahaya, manusia dengan tulus berdoa dan meminta pertolongan dari Penciptanya. Namun, setelah diselamatkan dari bahaya, mereka segera berpaling tanpa rasa syukur:

Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu. Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih. Maka apakah merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menterbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi kamu; atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taufan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami. (QS. Al Isra', 17: 66-69)

Seseorang mungkin tidak pernah mengalami bencana seperti itu, namun dia seharusnya ingat bahawa pada suatu ketika seseorang mungkin mendapati hidup dilucuti hingga ke dasar-dasarnya. Karena itu, manusia seharusnya selalu menyibukkan diri dengan mengingat Allah karena "kekuatan seluruhnya adalah milik Allah." (QS. Al Baqarah, 2: 165) Di lain pihak, begitu malapetaka menyerang, seseorang mungkin tidak mempunyai kesempatan untuk mengubah kelakuannya yang tidak bersyukur kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Kematian dapat datang sangat seketika:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan dekatnya kebiasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Quran itu? (QS. Al A'raaf, 7: 185)


Berbagai peralatan dan barang yang digunakan di Titanic. Bersama kapal penumpang besar ini, semua kenlengkapan ini ikut terkubur di kedalaman dasar laut. Kini, sangat sedikit orang di dunia yang masih ingat para pemilik barang-barang ini.

Dipetik dari Invitation of the truth-Harun Yahya

Saturday, February 6, 2010

Perantau dari Ghifar
Abu Dzar Al Ghifari

Dia datang ke Mekah terhuyung-huyung letih tetapi matanya bersinar bahagia..Memang, sulitnya perjalanan dan panasnya telah menyengat badannya dengan rasa sakit udara padang pasir dan lelah, tetapi tujuan yang hendak dicapainya telah meringankan penderitaan dan meniupkan semangat serta rasa gembira dalam jiwanya.

Ia memasuki kota dengan menyamar seolah-olah ia seorang yang hendak melakukan thawaf keliling berhala-berhala besar di Ka'bah atau seolah-olah musafir yang sesat dalam perjalanan atau lebih tepat orang yang telah menempuh jarak amat jauh, yang memerlukan istirahat dan manambah perbekalan. Padahal seandainya orang-orang Mekah mengetahui babwa kedatangannya itu untuk menemui Muhammad shallallahu alaihi wasalam dan mendengar keterangannya, pastilah mereka akan membunuhnya! Tetapi ia tak perduli akan dibunuh asal saja setelah melintasi padang pasir luas, ia dapat menjumpai laki-laki yang dicarinya dan menyatakan iman kepadanya. Kebenaran dan da'wah yang diberikan Muhammad shallallahu alaihi wasalam dapat memuaskan hatinya.

Dia terus melangkah sambil memasang telinga, dan setiap
didengarnya orang memperkatakan Muhammad shallallahu alaihi wasalam , ia pun mendekat dan menyemak dengan hati-hati; hingga dari cerita yang tersebar di sana-sini, diperolehnya petunjuk yang dapat menunjukkan tempat persembunyian Muhammad shallallahu alaihi wasalam , dan mempertemukannya dengan beliau. Di pagi suatu hari ia pergi ke tempat itu, didapatinya Muhammad shallallahu alaihi wasalam sedang duduk seorang diri. Didekatinya Rasulullah, katanya: "Selamat pagi wahai kawan sebangsa!" "Alaikum salam, wahai shahabat", ujar Rasulullah. Kata Abu Dzar: "Bacakanlah kepadaku hasil gubahan anda!" "Ia bukan sya'ir hingga dapat digubah, tetapi adalah Quran yang mulia!", Ujar Rasulullah. dibacakanlah oleh Rasulullah, sedang Abu Dzar mendengarkan dengan penuh perhatian, hingga tidak berselang lama iapun berseru: "Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh". "Anda dari mana, saudara sebangsa?", tanya rasulullah. "Dari Ghitar'', ujarnya. Maka terbukalah senyum lebar di kedua bibir Rasulullah, sementara wajahnya diliputi rasa kagum dan ta'jub. Abu dzar tersenyum pula, karena ia mengetahui rasa terpendam di balik rasa kagum Rasulullah demi mendengar bahwa orang yang telah mengaku Islam di hadapannya secara terus terang itu, seorang laki-laki dari Ghifar.

Ghifar adalah suatu kabilah atau suku yang tak ada taranya dalam soal menempuh jarak. Mereka jadi tamsil perbandingan dalam melakukan perjalanan yang luar biasa. Malam yang kelam dan gelap gulita tak jadi soal bagi mereka, dan celakalah orang yang kesasar atau jatuh ke tangan kaum Ghifar di waktu malam! Sekarang, dikala agama Islam yang baru saja lahir dan berjalan sembunyi-sembunyi, mungkinkah ada diantara orang-orang Ghifar itu seorang yang sengaja datang untuk masuk Islam? Berkatalah Abu Dzar dalam menceritakan sendiri kisah itu: Maka pandangan Rasulullah pun turun naik, tak putus ta'jub memikirkan tabi'at orang-orang Ghifar, lalu sabdanya : "Sesungguhnya Allah memberi petunjuk kepada yang disukainya!" Benar, Allah menunjuki, siapa yang Ia kehendaki ! Abu dzar salah seorang yang, dikehendaki Allah beroleh petunjuk , orang yang dipilihNya akan mendapat kebaikan Dan memang, Abu Dzar ini seorang yang tajam pengamatannya tentang kebenaran. Menurut riwayat, ia termasuk salah seorang yang menentang pemujaan berhala di zaman jahiliyah, mempunyai kepercayaan akan Ketuhanan serta iman kepada Tuhan Yang Maha Esa lagi Perkasa, maka iapun menyiapkan bekal dan segera mengayunkan langkahnya. Abu Dzar telah masuk Islam tanpa ditunda-tunda lagi.! urutannya dikalangan Muslimin adalah yang kelima atau keenam. Jadi ia telah memeluk agam itu pada hari-hari pertama, bahkan pada saat-saat pertama agama Islam, hingga keIslamannya termasuk dalam barisan terdepan.

Ketika ia masuk Islam, Rasulullah masih menyampaikan da'wahnya secara berbisik-bisik. Dibisikkannya kepada Abu Dzar begitupun kepada lima orang lainya yang telah beriman kepadanya. Dan bagi Abu Dzar, tak ada yang dapat dilakukannya sekarang selain memendam keimanan itu dalam dada, lalu meninggalkan kota Mekah secara diam-diam dan kembali kepada kaumnya. Tetapi Abu Dzar yang nama aslinya Jundub bin Janadah, seorang radikal dan revolusioner. Telah menjadi watak dan tabi'atnya menentang kebathilan dimanapun ia berada. Dan sekarang kebathilan itu berada dihadapannya serta disaksikannya dengan kedua matanya sendiri.Batu-batu yang ditembok, yang dibentuk oleh para pemujanya, disembah oleh orang-orang yang menundukkan kepala dan merendahkan akal mereka, dan diseru mereka dengan ucapan yang muluk : Inilah kami , kami datang demi mengikuti titahmu! memang, ia melihat Rasulullah memilih cara bisik-bisik pada hari-hari tersebut, tetapi tidak dapat tidak harus ada suatu teriakan keras yang akan dikumandangkan pemberontak ulung ini sebelum ia pergi.

Baru saja masuk Islam, ia telah menghadapkan pertanyaan kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, apa yang saya kerjakan menurut anda?" "Kembalillah kepada kaummu sampai ada perintahku nanti!", ujar Rasulullah. "Demi Tuhan yang menguasai nyawaku", kata Abu Dzar pula, "saya takkan kembali sebelum meneriakkan Islam dalam masjid!" Bukankah telah saya katakan kepada kalian..? Jiwa yang radikal dan revolusioner! Apakah Abu Dzar pada saat terbukanya alam baru secara gamblang, yang jelas terlukis pada Rasulullah yang diimaninya, serta da'wah yang uraiannya disampaikan dengan lisannya, apakah pada saat seperti itu ia mampu kembali kepada keluarganya dalam keadaan membisu seribu bahasa ? Sunguh, hal itu diluar kesanggupan dan kemampuannya! Abu Dzar pergi menuju masjidil haram dan menyerukan dengan sekeras-kerasnya suaranya: "Asyhadu Alla ilaaha illallah, wa asyhadu anna Muhammadar rasulullah". Setahu kita, teriakan ini merupakan teriakan pertama tentang Agama Islam yang menentang kesombongan orang-orang Quraisy dan memekakkan telinga mereka., diserukan oleh seorang perantau asing yang di Mekkah tidak mempunyai bangsa, sanak keluarga maupun pembela. Dan sebagai akibatnya, ia mendapat perlakuan dari mereka yang sebetulnya telah dimaklumi akan ditemuinya. Orang-orang musyrik mengepung dan memukulnya hingga rebah.

Berita mengenai peristiwa yang dialami Abu Dzar itu akhirnya sampai juga kepada bapa saudara Nabi, Abbas. Ia segera mendatangi tempat terjadinya peristiwa tersebut, tapi dirasanya ia tidak dapat melepaskan Abu Dzar dari cengkaman mereka kecuali dengan menggunakan diplomasi halus, maka katanya kepada mereka : "Wahai kaum Quraisy! Anda semua adalah bangsa pedagang yang mau tak mau akan singgah dikampung Bani Ghifar. Dan orang ini salah seorang warganya, bila ia bertindak akan dapat menghasut kaumnya untuk merampok kafilah-kafilahmu nanti!" merekapun sama menyadari hal itu, lalu pergi meniggalkannya. Tetapi Abu Dzar yang telah mengenyam manisnya penderitaan dalam membela Agama Allah, tak hendak meninggalkan Mekkah sebelum beroleh tambahan dari derma baktinya.

Demikianlah pada hari berikutnya, tampak olehnya dua orang wanita sedang thawaf keliling berhala-berhala Usaf dan Na-ilah sambil memohon padanya. Abu Dzar segera berdiri menghadangnya, lalu dihadapan mereka berhala-berhala itu dihina sejadi-jadinya. Kedua wanita itu memekik berteriak, hingga orang-orang gempar dan berdatangan laksana belalang, lalu menghujani Abu Dzar dengan pukulan hingga tak sadarkan diri. Ketika ia siuman, maka yang diserunya tiada lain hanyalah "bahwa tiada Tuhan yang haq diibadahi melainkan Allah, dan bahwa Muhammad itu utusan Allah". Maklumlah sudah Rasulullah shallallahu alaihi wasalam akan watak dan tabi'at murid barunya yang ulung ini serta keberaniannya yang menakjubkan dalam melawan kebathilan. Hanya sayang saatnya belum lagi tiba, maka diulanginyalah perintah agar dia pulang, sampai bila telah didengarnya nanti Islam lahir terang-terangan ia dapat kembali dan turut mengambil bahagian dalam percaturan dan aneka peristiwanya

Sumber: www.al-madina.s5.com

Wednesday, February 3, 2010

Adakalanya kita dilanda rasa resah, gelisah, sedih, suka dan duka. Itulah lumrah kehidupan manusia. Kadangkala kita perlukan juga hiburan, tapi biarlah ada had dan batasnya. Untuk ini ada cerita lucu tapi andainya tidak lucu, mintak tolong ketawa (kesian - penat taip) juga lah.

Silalah baca, dan boleh ketawa dan dibenarkan ... :)









1. Nasrudin Dan Pintu Kereta

Suatu hari tetangga Nasrudin melihat Nasrudin membawa pintu kereta sambil keliling kampung kesana kemari
tetangganya hairan melihat kelakuan nasrudin tesebut. Lalu dia berinisatif bertanya pada nasrudin. Hey! Nasrudin mau kau bawa kemana pintu kereta tersebut apakau tidak merasa berat
lalu dengan selamba nasrudin menjawab “jadi kalau kesejukan tingkap kereta saya tutup tapi kalau kepanasan saya buka”:)

2. Humor Sufi
Pada suatu hari ada tiga orang bijak yang pergi berkeliling negeri untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan yang mendesak. Sampailah mereka pada suatu hari di desa Nasrudin. Orang-orang desa ini menyarankankan Nasrudin sebagai wakil orang-orang yang bijak di desa tersebut. Nasrudin dipaksa berhadapan dengan tiga orang bijak itu dan di sekeliling mereka berkumpullah orang-orang desa menonton mereka bercerita.
Orang bijak pertama bertanya kepada Nasrudin, ”Di mana sebenarnya pusat bumi ini?”
Nasrudin menjawab, ”Tepat di bawah telapak kaki saya, saudara.”
”Bagaimana boleh saudara buktikan hal itu?” tanya orang bijak pertama tadi.
”Kalau tidak percaya,” jawab Nasrudin, ”Ukur saja sendiri.”
Orang bijak yang pertama diam tak menjawab.
Tiba giliran orang bijak kedua mengajukan pertanyaan. ”Berapa banyak jumlah bintang yang ada di langit?”
Nasrudin menjawab, ”Bintang-bintang yang ada di langit itu jumlahnya sama dengan rambut yang tumbuh di keledai saya ini.”
”Bagaimana saudara boleh membuktikan hal itu?”
Nasrudin menjawab, ”Nah, kalau tidak percaya, hitung saja rambut yang ada di keledai itu, dan nanti saudara akan tahu kebenarannya.”
”Itu cakap orang bodoh,” tanya orang bijak kedua, ”Bagaimana orang boleh menghitung bulu keledai.”
Nasrudin pun menjawab, ”Nah, kalau saya bodoh, kenapa Anda juga mengajukan pertanyaan itu, bagaimana orang boleh menghitung bintang di langit?”
Mendengar jawaban itu, si bijak kedua itu pun tidak boleh melanjutkan pertanyaan lalu terdiam. Sekarang tampillah orang bijak ketiga yang katanya paling bijak di antara mereka. Ia agak terganggu dan tension oleh kecerdikan nasrudin dan dengan tenang dia bertanya, ”nampaknya saudara tahu banyak mengenai keledai, tapi cuba saudara katakan kepada saya berapa jumlah bulu yang ada pada ekor keledai itu.” ”Saya tahu jumlahnya,” jawab Nasrudin, ”Jumlah bulu yang ada pada ekor keledai saya ini sama dengan jumlah rambut di janggut Saudara.”
”Bagaimana Anda boleh membuktikan hal itu?” tanyanya lagi. ”Oh, kalau yang itu mudah sekali. Begini, Saudara mencabut selembar bulu dari ekor keledai saya, dan kemudian saya mencabut sehelai rambut dari janggut saudara. Nah, kalau sama, maka apa yang saya katakan itu benar, tetapi kalau tidak, saya salah.”
Tentu saja orang bijak yang ketiga itu tidak mau menerima cara menghitung seperti itu. Dan orang-orang desa yang mengelilingi mereka itu semakin yakin Nasrudin adalah yang terbijak di antara keempat orang tersebut.

3. Hal Ahli Sufi
Suatu hari,salah seorang ulama As-Salaf melihat seorang penganut ajaran sufi sedang berada di tepi sungai. Hairannya,orang ini tidak berada di tepi sungai,tapi di tengahnya.Dan menambahkan lagi kehairanan ulama itu,orang itu tidak berada di atas perahu,melainkan berjalan di atas air,berusaha menyeberangi sungai dengan berjalan di atasnya tanpa bantuan alat apapun,Mengapung di atas air? Ya,begitulah
Ulama tersebut memperhatikan sang penganut sufi.Tak berapa lama terdengarlah suara keras “Gedeburrrrr”.Rupanya si sufi terjatuh ke dalam sungai
“kenapa kamu terjatuh?”tanya ulama tadi
“aku berusaha menyeberangi sungai ini dengan berjalan di atasnya”
“kenapa kamu gagal?”
“Ya,aku belum berhasil, konsentrasi ”ujar si sufi
“apa yang kau lakukan untuk menyeberangi sungai tadi?”
“aku menghafal beberapa ayat dalam Al-qur’an,hingga ribuan kali.Kata guruku itu dapat membuatku mengapung di atas air”si sufi mejelaskan.
“berapa lama engkau sudah melatihnya?”
“14 tahun”
“dan engkau belum berhasil juga?”
“Ya”
“Biar ku ajarkan engkau biar berhasil melakukannya”
“engkau boleh?”tanya si sufi
“tentu, boleh”
Si ulama pergi sejenak meninggalkan si sufi dan beberapa menit kemudian ia datang menemui si sufi di atas sungai,dengan membaca beberapa ayat Al-qur’an,sambil mendayung perahunya
si sufi “???”
@+????<>?>?@@@@@@@@@@*&^%$*&^%$$#@@@???????+++++~~~<>?
Imam Syafi’i pernah mengatakan:kalau engkau melihat orang boleh mengapung di atas air atau terbang di udara.janganlah terkejut.Jangan engkau menganggapnya sebagai orang shalih sebelum engkau mengujinya dengan kitab Allah dan sunnah Rasulullah.Artinya orang yeng melakukan hal itu boleh jadi karena karamah dari Allah,karena ia wali Allah dan boleh jadi karena sihir.Salah satu pebezaan antara karamah dan sihir adalah bahwa sihir itu di pelajari,dan ia berasal dari syaitan meskipun yang melakukan tidak menyedarinya.Sementara karamah itu tidak di pelajari,datang dari Allah dan terkadang orang yang melakukannya tidak menginginkannya,bahkan tidak menyadari adanya karamah tersebut.
Orang yang memiliki ilmu sihir selalu berusaha menampakkan diri di hadapan orang,sementara wali yang memiliki karamah tidak suka menampakkan di hadapan orang.Si sufi tadi telah menggunakan ayat-ayat Allah ‘azza wa jalla dengan cara yang bid’ah,dengan cara di baca ribuan kali untuk memperoleh kekuatan gaib,karena kebid’ahan itulah,maka setan memberinya kekuatan.Ia menganggapnya sebagai karamah padahal itu sihir
wallahu’alam