Related Posts with Thumbnails

Monday, February 8, 2010

Sebuah Pelajaran dari Sejarah: Titanic

Sejarah penuh dengan kisah orang-orang yang menganggap kehebatan diri mereka dalam pencapaian teknologi dengan mengabaikan kekuasaan Allah. Justru karena itulah banyak bencana telah terjadi sepanjang sejarah sebagai pelajaran yang pahit bagi sesiapa saja. Masing-masing dari peristiwa ini penting dalam erti kata mengingatkan manusia bahwa baik kekayaan ataupun kekuatan, sains maupun teknologi tidak memiliki daya untuk menolak kehendak Allah.

Banyak contoh dari peristiwa seperti ini dapat diberikan. Yang paling diketahui adalah Titanic yang terkenal, sebuah kapal laut terbesar dengan tinggi 55 meter dan panjang 275 meter, yang karam hampir 90 tahun yang lalu. Titanic, yang dimaksudkan sebagai "hinaan terhadap alam", adalah projek raksasa yang melibatkan sebuah pasukan dengan lima ribu pekerja. Hampir semua orang benar-benar yakin bahwa kapal ini tidak akan pernah tenggelam. Kapal laut ini merupakan binaan berteknologi terbesar dengan banyak kemajuan teknik yang meninggalkan batasan zamannya. Namun mereka tidak dapat lari dari hukum alam , dimana pembina kapal itu tidak mempertimbangkan satu fakta yang dinyatakan dalam ayat, "Dan adalah ketetapan Allah itu suatu ketetapan yang pasti berlaku," (QS. Al Ahzab, 33: 38) dan bahwa setiap orang cepat atau lambat akan menjumpai takdirnya. Akhirnya, sebuah kekeliruan kecil menyebabkan kapal itu tenggelam dan teknologi termaju tidak dapat menyelamatkan Titanic dari akhirnya yang menerima hukum takdir.

Dari apa yang diceritakan mereka yang selamat, kebanyakan penumpangnya berkumpul di dek untuk berdoa ketika mereka menyedari kapal itu akan segera karam. Dalam banyak bagian Al Quran, kecenderungan perilaku manusia ini diulang-ulang. Pada saat-saat kesulitan besar dan bahaya, manusia dengan tulus berdoa dan meminta pertolongan dari Penciptanya. Namun, setelah diselamatkan dari bahaya, mereka segera berpaling tanpa rasa syukur:

Tuhanmu adalah yang melayarkan kapal-kapal di lautan untukmu, agar kamu mencari sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyayang terhadapmu. Dan apabila kamu ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kamu seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kamu ke daratan, kamu berpaling. Dan manusia adalah selalu tidak berterima kasih. Maka apakah merasa aman (dari hukuman Tuhan) yang menterbalikkan sebagian daratan bersama kamu atau Dia meniupkan (angin keras yang membawa) batu-batu kecil? Dan kamu tidak akan mendapatkan seorang penolong pun bagi kamu; atau apakah kamu merasa aman dari dikembalikan-Nya kamu ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan atas kamu angin taufan dan ditenggelamkan-Nya kamu disebabkan kekafiranmu. Dan kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun dalam hal ini terhadap (siksaan) Kami. (QS. Al Isra', 17: 66-69)

Seseorang mungkin tidak pernah mengalami bencana seperti itu, namun dia seharusnya ingat bahawa pada suatu ketika seseorang mungkin mendapati hidup dilucuti hingga ke dasar-dasarnya. Karena itu, manusia seharusnya selalu menyibukkan diri dengan mengingat Allah karena "kekuatan seluruhnya adalah milik Allah." (QS. Al Baqarah, 2: 165) Di lain pihak, begitu malapetaka menyerang, seseorang mungkin tidak mempunyai kesempatan untuk mengubah kelakuannya yang tidak bersyukur kepada Allah dan bertobat kepada-Nya. Kematian dapat datang sangat seketika:

Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi dan segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan dekatnya kebiasaan mereka? Maka kepada berita manakah lagi mereka akan beriman selain kepada Al Quran itu? (QS. Al A'raaf, 7: 185)


Berbagai peralatan dan barang yang digunakan di Titanic. Bersama kapal penumpang besar ini, semua kenlengkapan ini ikut terkubur di kedalaman dasar laut. Kini, sangat sedikit orang di dunia yang masih ingat para pemilik barang-barang ini.

Dipetik dari Invitation of the truth-Harun Yahya

7 comments:

Prie said...

kekuasaan Allah azza wa jalla sungguh dahsyat .....

h4ns said...

nice info :)

LYaFRINA said...

Info bgus.. sy bekas x-student marine.. jd mmg ada blaja ttg sejarah titanic total lost ni...
Mmg ksilapan bsar sbb dia org yakin kapal ni :xkan tgelam"..
tp ksilapan besar y dia org buat... pdahal itu aspek y pnting dlm pbinaan kpl.. hnya krn watertight compartment saje... mde y terlalu besar n pkara utama dlm pbinaan kapal.. blh dia org x sdr..

**kalu tgk cite titanic.. ada part y dia org bru sdr pasl hal ni..

qdine said...

Terima kasih Lyafrina atas ulasan itu. Sememangnye kita lupe segalanya apabila berada dipuncak tamaddun dan teknologi. Tetapi segala Teknologi akan hancur dlm sekelip mata sahaja, apabila manusia lupa pada yang lebih Berkuasa (Allah SWT)

BUJANG SUSAH said...

Allah maha agung

Din.. said...

menarik entri ni..

toyolkiut said...

salam..
TK dah masukkan link post ni dlm entry TK..
sangt menarik..